WARTAJOGJA.ID – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sinduadi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan 300 paket sembako murah berkolaborasi dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari pada Bazar Gebrak Pangan Murah di halaman gerai KDMP Sinduadi, Jumat (27/2/2026). Ketua KDMP Sinduadi, Kliwon Suhirman mengatakan “ratusan paket sembako berupa bahan pangan tersebut dijual murah sebanyak 300 paket yang berisi minyak goreng 1 liter, tepung terigu 1 kg, gula 1 kg dan kecap 1 botol dengan harga Rp 50.000″. Gebrak pangan murah ini digelar dalam rangka menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan serta pengendalian inflasi saat bulan Ramadhan yang diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik- baiknya oleh anggota KDMP Sinduadi pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, menjelaskan program ini merupakan hasil kolaborasi antara KDMP Sinduadi dan Koperasi Nasari menjadi salah satu solusi atas keterbatasan permodalan koperasi desa. “Ya, kegiatan ini adalah kerja sama antar koperasi ya, koperasi KDMP Sinduadi dengan koperasi NASARI. Nah, ini mereka sebenarnya dari NASARI itu ingin tidak hanya mengenai bisnis, tapi membantu juga programnya KDMP untuk bisa maju,” ujarnya. “Satu paket hanya Rp 50.000 yang isinya macam-macam, nanti ke depannya mungkin lagi, dan ini suatu inovasi kalau memang keterbatasan modal bagi KDMP harus ada inovasi kerja sama dengan yang lain,” jelasnya. Salah satu warga, Yayuk, mengaku terbantu dengan adanya paket sembako tersebut. “Beli sembako, lumayan murah harganya Rp 50.000 satu paket isinya tepung, minyak, gula sama kecap,” katanya. *KSP Nasari juga Menghadirkan Solusi Chanelling dan Digitalisasi bagi Adik Asuh Kopdes Merah Putih* Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan gebrak pangan murah ini juga tentu dimanfaatkan maksimal untuk mengajak warga desa semakin banyak menjadi anggota koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) Selanjutnya dengan bertambahnya anggota, diharapkan struktur permodalan dan operasional KDKMP semakin kuat dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan Dinas Koperasi dan UKM DIY yang diwakili oleh Kepala Bidang Koperasi Ir. Setyo Hastuti, MP. Hastuti menilai bahwa terobosan gebrak pangan murah ini bukan saja sekedar bermuatan bisnis bagi KSP Nasari, tapi juga menjadi solusi dan inovasi atas keterbatasan modal bagi KDKMP, maka harus dilakukan kolaborasi atau kerjasama dengan pihak lain. “Ke depannya kegiatan bazar seperti ini dapat rutin dilaksanakan dengan KDKMP lain di seluruh wilayah DIY karena berdampak nyata membantu masyarakat dengan harga sembako murah serta otomatis juga sebagai ajang merekrut anggota baru bagi KDKMP” tambah Hastuti. Pada kesempatan yang sama Ketua KSP Nasari Frans Meroga mengatakan bahwa selain akses permodalan, KSP Nasari menghadirkan banyak solusi pada Program Collab Coop khusus kepada adik asuh KDKMP seperti Solusi Channeling pinjaman dan solusi digitalisasi. “Nanti bila kopdes merah putih sudah bisa menjadi supplier dapur MBG, dapat diberikan support modal dari KSP Nasari yang harusnya menjadi andalan KDKMP untuk mencetak keuntungan atau sisa hasil usaha (SHU),” ungkap Frans. “KSP Nasari juga juga akan memberikan dukungan digitalisasi berupa aplikasi mobile “White Label” yang dapat digunakan sebagai wadah untuk saling memasarkan produk unggulan lokal bagi sesama masyarakat desa,” tambah Frans lagi. Frans Meroga yang juga Ketua Umum Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) akhirnya menutup dengan harapan bahwa solusi digitalisasi ini akan menciptakan ekosistem usaha yang saling menguntungkan dari, oleh, dan untuk masyarakat desa atau kelurahan.
KDKMP Bakal Memiliki Aplikasi Mobile Melalui Program Collab Coop
KRjogja.com – YOGYA – Dalam sebuah langkah strategis pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui penguatan peran koperasi, Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah menggelar acara Seminar dan Strategic Business Matching dengan tema Empowering Cooperatives through Financial Accountability. Acara ini bertujuan untuk menemukan bentuk kolaborasi terbaik antar sesama koperasi terutama dalam akses permodalan dan layanan keuangan agar terjadi percepatan operasionalisasi yang mendorong kemandirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Eddy Sulistyo Bramiyanto mengharapkan melalui business matching ini akan tercipta ekosistem bisnis yang berkelanjutan bagi KDKMP sehingga tercipta kemandirian yang ulet dan kuat. Dalam kesempatan yang mengundang 10 koperasi mapan dan percontohan yang berpotensi dan telah menjadi Kakak Asuh bagi KDKMP ini, Eddy Bramiyanto memberikan apresiasi kepada KSP Nasari yang telah mengambil langkah cepat menjadi kakak asuh bagi KDKMP sejak November 2025. “Kami memberikan apresiasi khusus kepada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari, karena sudah ambil bagian dengan menjadi Kakak Asuh di 8 kota/kabupaten di wilayah Jawa Tengah dengan akses permodalan awal kepada KDKMP sebesar 25 juta untuk aktifitas gerai sembako,” ungkap Bram. “Selain itu, KSP Nasari juga selalu aktif melaksanakan training dan bimbingan teknis kepada KDKMP dengan melakukan asistensi langsung serta pelatihan tata kelola dan manajemen koperasi bagi pengurus, pengawas & pengelola KDKMP,” tambah Bram lagi. Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, dalam paparannya menyampaikan bahwa KSP Nasari siap untuk menjadi kakak asuh KDKMP, sebagai bukti komitmen KSP Nasari menjalankan prinsip-prinsip koperasi sesuai amanat konstitusi yaitu pendidikan perkoperasian dan kerjasama antar koperasi, serta kemandirian koperasi. “KSP Nasari menghadirkan Program Collab Coop yang dapat menjadi andalan KDKMP untuk bisa mencetak Sisa Hasil Usaha (SHU) dengan menjadi supplier dapur MBG serta didukung support modal dari KSP Nasari,” jelas Frans. “Solusi Channeling juga dapat menjadi jalan keluar bagi KDKMP untuk membayar biaya rutin seperti Biaya Gaji Pengurus dan Pengelola serta Biaya Over Head Cost (OHC) yang meliputi biaya rutin yaitu tagihan Listrik dan PDAM, internet dan lainnya,” tambah Frans lagi. https://www.krjogja.com/ekonomi/1247187377/kdkmp-bakal-memiliki-aplikasi-mobile-melalui-program-collab-coop
KOPDES MERAH PUTIH BISA MANDIRI DENGAN PROGRAM COLLAB COOP BERSAMA KSP NASARI
Yogyakarta, – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkolaborasi dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan program Collab-Coop yang diikuti oleh 188 peserta dari 89 Kopdes Merah Putih di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta pada hari Selasa (10/02/2026). Para peserta yang merupakan pengurus dan pengawas koperasi mendapatkan bimbingan teknis berupa program dan solusi – solusi yang dihadirkan kepada KDKMP yaitu :1. Solusi Kesadaran berkoperasi & Kewirausahaan.2. Solusi management pengelolaan.3. Solusi akses permodalan.4. Solusi channeling simpan pinjam.5. Solusi pemasaran dan potensi pengembangan usaha.6. Solusi penyedian teknologi dan digitalisasi dengan sistem keuangan koperasi.Dengan berbagai solusi yang dihadirkan oleh KSP Nasari, maka diharapkan KDKMP dapat mandiri sebagaimana amanat Undang-Undang (UU) No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, di mana salah satu prinsip koperasi adalah kemandirian. Dalam pasal 5 UU Perkoperasian tersebut disebutkan bahwa koperasi harus berlandaskan 7 prinsip, yaitu keanggotaan bersifat terbuka, pengelolaan demokratis, pembagian SHU adil, pemberian balas jasa terhadap modal, kemandirian, pendidikan perkoperasian dan kerjasama antar koperasi.Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Collab-Coop ini adalah bukti komitmen KSP Nasari menjalankan amanat UU Perkoperasian tersebut khususnya kemandirian, pendidikan perkoperasian dan tentunya kerjasama antar koperasi. *Kopdes Merah Putih Harus Mandiri* Melalui skema kolaborasi Collab-Coop, KSP Nasari akan mendampingi KDKMP dalam pelatihan atau pendampingan usaha, komitmen simpan pinjam dan komitmen kemitraan usaha serta komitmen perluasan akses peluang dan pemasaran secara meluas. “Solusi Channeling dapat menjadi jalan keluar bagi KDKMP untuk memenuhi biaya rutin seperti Biaya BTK Gaji Pengurus dan Pengelola serta Biaya Over Head Cost (OHC) yang meliputi biaya rutin yaitu tagihan Listrik dan PDAM, internet dan lainnya. Hitung-hitungan dan pendapatan yang dihasilkan juga jelas,” ujar Frans Meroga.Frans yang juga menjabat sebagai ketua Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) menambahkan,“Selain itu Program Collab Coop juga dapat menjadi andalan KDKMP untuk mencetak Sisa Hasil Usaha (SHU) adalah menjadi supplier dapur MBG dengan support modal dari KSP Nasari, keuntungan pengeloaan gerai sembako dan realisasi pinjaman pelopor entrepreneur koperasi”. Pada kesempatan yang sama, telah terjadi penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara KSP Nasari dengan KDKMP Sinduadi – Sleman yang selama ini ditetapkan sebagai salah satu mockup (percontohan) nasional Koperasi Desa Merah Putih. Bahkan dalam pelaksanaan RAT KDKMP Sinduadi yang dilaksanakan pada pada Sabtu (07/02/2026), program – program kolaborasi dengan KSP Nasari sudah dimasukkan dalam rencana kerja tahun 2026 ini. Dalam acara yang juga dihadiri Dinas Koperasi dan UKM DIY yang diwakili Kepala Bidang Koperasi Ir. Setyo Hastuti, MP, mengatakan Bimtek ini bertujuan sebagai solusi percepatan operasional gerai KDKMP. “Melalui Bimtek ini, maka diharapkan KDKMP harus mandiri dan tidak pasif dalam menjalankan operasional gerai,” tutur Hastuti. “Dengan dukungan KSP Nasari sebagai kakak asuh maka seharusnya dapat mempercepat pengembangan dan kemandirian KDKMP,” pungkas Hastuti. (Slamet) https://jejakprofil.com/2026/02/11/kopdes-merah-putih-bisa-mandiri-dengan-program-collab-coop-bersama-ksp-nasari/
Asosiasi Kopdes/kel Merah Putih Se Indonesia Resmi Dideklarasikan, Perkuat Konsolidasi Ekonomi Desa Nasional
Yogyakarta, – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkolaborasi dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan program Collab-Coop yang diikuti oleh 188 peserta dari 89 Kopdes Merah Putih di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta pada hari Selasa (10/02/2026). Para peserta yang merupakan pengurus dan pengawas koperasi mendapatkan bimbingan teknis berupa program dan solusi – solusi yang dihadirkan kepada KDKMP yaitu :1. Solusi Kesadaran berkoperasi & Kewirausahaan.2. Solusi management pengelolaan.3. Solusi akses permodalan.4. Solusi channeling simpan pinjam.5. Solusi pemasaran dan potensi pengembangan usaha.6. Solusi penyedian teknologi dan digitalisasi dengan sistem keuangan koperasi.Dengan berbagai solusi yang dihadirkan oleh KSP Nasari, maka diharapkan KDKMP dapat mandiri sebagaimana amanat Undang-Undang (UU) No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, di mana salah satu prinsip koperasi adalah kemandirian. Dalam pasal 5 UU Perkoperasian tersebut disebutkan bahwa koperasi harus berlandaskan 7 prinsip, yaitu keanggotaan bersifat terbuka, pengelolaan demokratis, pembagian SHU adil, pemberian balas jasa terhadap modal, kemandirian, pendidikan perkoperasian dan kerjasama antar koperasi.Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Collab-Coop ini adalah bukti komitmen KSP Nasari menjalankan amanat UU Perkoperasian tersebut khususnya kemandirian, pendidikan perkoperasian dan tentunya kerjasama antar koperasi. *Kopdes Merah Putih Harus Mandiri* Melalui skema kolaborasi Collab-Coop, KSP Nasari akan mendampingi KDKMP dalam pelatihan atau pendampingan usaha, komitmen simpan pinjam dan komitmen kemitraan usaha serta komitmen perluasan akses peluang dan pemasaran secara meluas. “Solusi Channeling dapat menjadi jalan keluar bagi KDKMP untuk memenuhi biaya rutin seperti Biaya BTK Gaji Pengurus dan Pengelola serta Biaya Over Head Cost (OHC) yang meliputi biaya rutin yaitu tagihan Listrik dan PDAM, internet dan lainnya. Hitung-hitungan dan pendapatan yang dihasilkan juga jelas,” ujar Frans Meroga.Frans yang juga menjabat sebagai ketua Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) menambahkan,“Selain itu Program Collab Coop juga dapat menjadi andalan KDKMP untuk mencetak Sisa Hasil Usaha (SHU) adalah menjadi supplier dapur MBG dengan support modal dari KSP Nasari, keuntungan pengeloaan gerai sembako dan realisasi pinjaman pelopor entrepreneur koperasi”. Pada kesempatan yang sama, telah terjadi penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara KSP Nasari dengan KDKMP Sinduadi – Sleman yang selama ini ditetapkan sebagai salah satu mockup (percontohan) nasional Koperasi Desa Merah Putih. Bahkan dalam pelaksanaan RAT KDKMP Sinduadi yang dilaksanakan pada pada Sabtu (07/02/2026), program – program kolaborasi dengan KSP Nasari sudah dimasukkan dalam rencana kerja tahun 2026 ini. Dalam acara yang juga dihadiri Dinas Koperasi dan UKM DIY yang diwakili Kepala Bidang Koperasi Ir. Setyo Hastuti, MP, mengatakan Bimtek ini bertujuan sebagai solusi percepatan operasional gerai KDKMP. “Melalui Bimtek ini, maka diharapkan KDKMP harus mandiri dan tidak pasif dalam menjalankan operasional gerai,” tutur Hastuti. “Dengan dukungan KSP Nasari sebagai kakak asuh maka seharusnya dapat mempercepat pengembangan dan kemandirian KDKMP,” pungkas Hastuti. (Slamet) https://jejakprofil.com/2026/02/11/kopdes-merah-putih-bisa-mandiri-dengan-program-collab-coop-bersama-ksp-nasari/
WAMENKOP : HUT KE-27, KSP NASARI GELAR ACARA MARSADA NA SAROHA DENGAN ANGGOTA
Medan-RajaPewarta. Com-08 November 2025 – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari menggelar perayaan ulang tahun ke-27 KSP Nasari yang mengusung tema “Marsada Na Saroha (Bersatu Yang Sehati)” di Medan Sumatera Utara, pada Sabtu (08/11/2025). Pada perayaan kali ini juga dilakukan peluncuran produk terbaru berupa Simpanan Masa Depan yang diperuntukkan bagi pelajar dan Pinjaman Eksklusif bagi pegawai negeri sipil (PNS) menjelang pensiun. Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, mengatakan bahwa inovasi produk ini menjadi momentum untuk semakin memperluas pengenalan koperasi kepada masyarakat. “Pada momen 27 tahun ini kita meluncurkan Simpanan Masa Depan untuk anak-anak pelajar dan juga pinjaman eksklusif bagi para PNS menjelang pensiun. Jadi diharapkan dalam momen launching ini akan tersebar luas ke masyarakat untuk bisa ramai-ramai menjadi anggota KSP Nasari. Seperti kita tahu KSP Nasari merupakan salah satu koperasi role model di Indonesia dan terdepan dalam hal teknologi,” ujarnya kepada wartawan. Wakil Kepala Divisi Bisnis KSP Nasari, Joko Marwanto, menjelaskan bahwa Pinjaman Eksklusif memberikan manfaat besar bagi PNS. “Pinjaman Eksklusif ditujukan kepada PNS menjelang pensiun yang kita berikan plafond sampai Rp1 miliar dalam jangka waktu sampai 300 bulan. Pinjaman ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, yaitu naik haji, membuka usaha, memiliki rumah, mobil, dan multiguna lainnya,” paparnya. Sementara itu, Kepala Divisi Regional I (SUMBAGUT), Rommy Tulus Simatupang menegaskan akan memperluas penyerapan produk Simapan di sekolah. “Dari Divisi Regional Sumatera Bagian Utara, kami akan terus meningkatkan penyerapan SIMAPAN ini dengan program kunjungan ke sekolah SD, SMP, SMA agar produk ini dapat diterima di wilayah kami,” katanya. Dalam acara yang juga dihadiri Wakil Menteri Koperasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia (RI), Faridah Farichah M.Si. dalam sambutannya menyampaikan tema yang diangkat hari ini Adalah “Marsada Na saroha” yang berarti “Bersatu dalam kebersamaan” sangat relevan dengan semangat koperasi yaitu sebagai Gerakan ekonomi rakyat yang berlandaskan kebersamaan dan kekeluargaan. Pada kesempatan itu, Faridah menambahkan “disinilah semangat Marsada Na Saroha yang sesungguhnya, Bersatu untuk membangun kekuatan ekonomi bangsa dari akar rumput. Ketika koperasi kota dan desa terhubung, Ketika anggota saling menopang, maka kita sedang mewujudkan cita-cita ekonomi gotong royong”. Ia menegaskan “bahwa peringatan hari ulang tahun ke-27 Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara gerakan koperasi dan pemerintah untuk mewujudkan koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional”. “Kita patut mengapresiasi bagaimana KSP Nasari beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui digitalisasi dan layanan berbasis teknologi. Langkah ini sangat penting agar koperasi tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini,” kata Farida “Semoga perayaan ini menjadi momentum untuk memotivasi seluruh anggota KSP Nasari agar terus berkarya, berinovasi dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada Masyarakat. Molo Ngamarsad Na Saroha Manang aha pe boi do bolusantara (jika kita sudah Bersatu dan sehati, apapun bisa kita atasi)”, ungkap Faridah. Selain itu faridah mengucapakan “selamat ulang tahun ke-27 KSP Nasari, teruslah bertumbuh menjadi aspirasi dan penggerak ekonomi kerakyatan di Indonesia. Semoga KSP Nasari semakin Berjaya”, pungkas nya. *ULANG TAHUN KE-27 MENJADI TONGGAK BARU PERJALANAN KSP NASARI* Frans Meroga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dari tingkat Gubernur, Walikota dan para Kepala Dinas yang juga besar dukungannya dalam memajukan KSP Nasari. Sungguh sangat terasa keberpihakan dan dukungan jajaran pemerintah daerah di provinsi Sumatera Utara ini terhadap kemajuan dan pemberdayaan Koperasi Nasional. Frans menyampaikan “KSP Nasari telah mengabdi kepada Masyarakat provinsi Sumatera Utara sejak tahun 2006 dan sepanjang lebih dari 19 tahun kiprah Nasari di Provinsi Sumatera Utara ini telah melayani sebanyak 8.001 orang anggota yang tersebar di wilayah Sumatera Utara”. “Oleh karena itu bertepatan dengan peluncuran produk SIMAPAN dan Pinjaman Eksklusif bagi pegawai negeri sipil (PNS) menjelang pensiun, kami sengaja mengundang bapak dan ibu para Kepala Sekolah dan para guru PNS guna menerima informasi tentang produk KSP Nasari sehingga kiranya dapat menikmati manfaat produk KSP Nasari dengan bergabung menjadi anggota KSP Nasari dalam pemenuhan kebutuhan sebagai perwujudan Kita Sejahtera Bersama sebagaimana motto dari KSP Nasari,” tambahnya lagi. Ia menegaskan bahwa ulang tahun ke-27 menjadi tonggak baru perjalanan KSP Nasari dalam penyempurnaan dan peningkatan pelayanan kepada anggota.“Kami komit terhadap profesionalisme pengelola dan karyawan internal, sekaligus mendukung program pemerintah dalam kemajuan ekonomi secara umum, serta ekonomi kerakyatan, koperasi, dan UMKM secara khusus,” tutup Frans.(siti haj) Sumber Artikel berjudul ” WAMENKOP : HUT KE-27, KSP NASARI GELAR ACARA MARSADA NA SAROHA DENGAN ANGGOTA “, selengkapnya dengan link: https://rajapewarta.com/wamenkop-hut-ke-27-ksp-nasari-gelar-acara-marsada-na-saroha-dengan-anggota/
KSP Nasari HUT ke-27 Fokus Inovasi dan Dukung Penuh Kopdes Merah Putih
KabarDKI.com-Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari meluncurkan produk terbaru berupa Simpanan Masa Depan (SIMAPAN) yang diperuntukkan bagi pelajar dan Pinjaman Eksklusif bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjelang pensiun. Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-27 KSP Nasari yang mengusung tema “Nggayuh Paseduluran” di Semarang pada Sabtu (20/9/2025). Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, mengatakan bahwa inovasi produk ini menjadi momentum untuk semakin memperluas pengenalan koperasi kepada masyarakat. “Pada momen 27 tahun ini kita meluncurkan Simpanan Masa Depan untuk anak-anak pelajar dan juga pinjaman eksklusif bagi para PNS menjelang pensiun. Jadi diharapkan dalam momen launching ini akan tersebar luas ke masyarakat untuk bisa ramai-ramai menjadi anggota KSP Nasari. Seperti kita tahu KSP Nasari merupakan salah satu koperasi role model di Indonesia dan terdepan dalam hal teknologi,” kata Frans Meroga Panggabean kepada wartawan. Wakil Kepala Divisi Bisnis KSP Nasari, Joko Marwanto, menjelaskan bahwa Pinjaman Eksklusif memberikan manfaat besar bagi PNS. “Pinjaman Eksklusif ditujukan kepada PNS menjelang pensiun yang kita berikan platform sampai Rp1 miliar dalam jangka waktu sampai 300 bulan. Pinjaman ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, yaitu naik haji, membuka usaha, memiliki rumah, mobil, dan multiguna lainnya,” papar Joko Marwanto. Sementara itu, Kepala Divisi Regional IV (Jateng–DIY) KSP Nasari, Herbert Antonius S. Raja T, menegaskan akan memperluas penyerapan produk SIMAPAN di sekolah. “Dari Divisi Regional Jawa Tengah, kami akan terus meningkatkan penyerapan SIMAPAN ini dengan program kunjungan ke sekolah SD, SMP, SMA agar produk ini dapat diterima di wilayah kami,” jelasnya. KSP Nasari Dukung Maksimal Kopdes Merah Putih Mewakili Gubernur Jawa Tengah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Jateng, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, dalam sambutannya menyampaikan KSP Nasari adalah wujud bahwa Koperasi dapat dikelola secara professional yang dapat menjadi role model koperasi yang modern hal itu dapat dibuktikan dengan adanya aplikasi Nasari Digital atau yang biasa dikenal dengan NADI. Pada kesempatan itu, tentang program besar Presiden RI Prabowo Subianto dalam hal berdirinya Koperasi Desa Merah Putih yang sejalan dengan penguatan peran Koperasi, maka dia menyatakan bahwa program Kopdes Merah Putih tersebut wajib berhasil. Harapannya, Koperasi Desa Merah Putih menjadi lembaga bisnis yang profesional dan akuntabel, ujarnya. “Melihat pengelolaan KSP Nasari saat ini yang dikelola dengan baik, maka ia menginstruksikan agar KSP Nasari Nasari sebagai koperasi yang harus mendampingi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, dengan fokus pada pelatihan sumber daya manusia (SDM), penyediaan modal, sertifikasi, dan dukungan digitalisasi,” ungkap Bram. “KSP Nasari harus terus memberikan pelatihan dasar dan lanjutan bagi pengurus dan pengawas Kopdes, serta berkolaborasi dalam skema pembiayaan untuk mendukung ekosistem modal awal yang kondusif bagi Kopdes Merah Putih” pungkas Bram. Selanjutnya Frans Meroga juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah daerah atas dukungan yang diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih pada dukungan pemerintah terutama kepada Gubernur Jawa Tengah Bapak Ahmad Lutfi, Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah Bapak Eddy S. Bramiyanto. KSP Nasari berkomitmen pada kemajuan dan keberadaan Koperasi Desa Merah Putih,” tutur Frans. “Sebagaimana kita tahu Kopdes Merah Putih adalah program unggulan Presiden Prabowo, dan kami siap mensupport pendampingan kapasitas SDM, sertifikasi kompetensi pengurus, pengelola, pengawas, serta dukungan digitalisasi. Digitalisasi ini penting sebagai support system dalam keberhasilan program Kopdes Merah Putih,” tambahnya lagi. Ia menegaskan bahwa ulang tahun ke-27 menjadi tonggak baru perjalanan KSP Nasari dalam penyempurnaan dan peningkatan pelayanan kepada anggota. “Kami komit terhadap profesionalisme pengelola dan karyawan internal, sekaligus mendukung program pemerintah dalam kemajuan ekonomi secara umum, serta ekonomi kerakyatan, koperasi,*** Sumber Artikel berjudul ” KSP Nasari HUT ke-27 Fokus Inovasi dan Dukung Penuh Kopdes Merah Putih “, selengkapnya dengan link: https://dki.pikiran-rakyat.com/news/pr-3099663479/ksp-nasari-hut-ke-27-fokus-inovasi-dan-dukung-penuh-kopdes-merah-putih?page=all
KSP Nasari-Kemenkop Gelar Training & Talent Pool, Bangun SDM Unggul untuk Koperasi Desa
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Koperasi dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari untuk memperkuat kelembagaan. KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA — Sebanyak 48 pengurus dan pengawas dari 16 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengikuti Training & Talent Pool di Tasneem Hotel Yogyakarta, Kamis (17/7/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Koperasi dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari untuk memperkuat kelembagaan dan sumber daya manusia koperasi percontohan. Program itu diikuti oleh koperasi dari dua provinsi yang menjadi tulang punggung gerakan KDKMP nasional, yakni Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dari total 77.990 KDKMP yang telah berbadan hukum secara nasional per 16 Juli 2025, sebanyak 8.523 koperasi berasal dari Jawa Tengah dan 438 koperasi dari DIY. Sekretaris Kementerian Koperasi RI, Ahmad Zabadi, dalam sambutannya menegaskan kegiatan ini merupakan implementasi nyata arahan Presiden Prabowo dalam mendorong koperasi desa sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Tata kelola “Melalui pelatihan, kami ingin membentuk SDM koperasi yang memiliki kepemimpinan, kompetensi manajerial serta memahami prinsip dan tata kelola koperasi secara profesional. Ini bagian dari upaya besar Presiden dalam membangun ekonomi rakyat dari desa,” kata Zabadi. Materi pelatihan mencakup prinsip dasar perkoperasian, perizinan dan legalitas usaha koperasi, literasi keuangan, digitalisasi koperasi, pengembangan bisnis, hingga akses pembiayaan. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, menyampaikan DIY telah menyelesaikan seluruh tahapan awal kelembagaan KDKMP, mulai dari musyawarah kalurahan, pendirian badan hukum, hingga pembentukan Satgas dan regulasi daerah. “PR kita sekarang adalah bagaimana koperasi-koperasi ini mampu menjalankan usaha yang benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kami mendampingi melalui strategi SiBakul yang menyasar aspek kelembagaan, SDM, dan pemetaan potensi wilayah,” jelasnya. Koperasi percontohan Dia menyebutkan, dari 438 KDKMP di DIY, terdapat empat koperasi percontohan (mock up) yang telah mengembangkan enam gerai usaha seperti simpan pinjam, apotek, klinik, gerai pangan, LPG dan storage. Sisanya masih dalam proses bertahap, menyesuaikan potensi unggulan wilayah masing-masing. “Kami sudah memulai inkubasi bisnis koperasi selama empat bulan untuk mendorong pemahaman pengurus tentang kelembagaan koperasi yang mandiri dan berorientasi kesejahteraan anggota,” ujar Siwi. Kepala KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, yang menjadi mitra utama Kementerian dalam pelatihan ini, menegaskan bahwa keterlibatan Nasari adalah bentuk nyata komitmen koperasi mapan untuk membina koperasi desa. “Ini adalah ikhtiar bersama untuk kemajuan bangsa melalui pemberdayaan koperasi. Nasari tidak hanya hadir untuk pelatihan, tapi juga siap mendukung dengan pendampingan, sertifikasi, hingga akses permodalan,” tegas Frans. Ekonomi lokal Menurut dia, koperasi harus dikelola secara profesional agar mampu menjadi kekuatan ekonomi lokal.“Mari kita junjung tinggi prinsip dan jati diri koperasi. Dengan profesionalisme dan tata kelola yang baik, koperasi desa bisa menjadi lokomotif pembangunan ekonomi rakyat,” tandasnya. Kegiatan ini dijadwalkan menjadi agenda rutin tahunan yang akan digelar di berbagai daerah sebagai strategi memperluas jangkauan penguatan koperasi desa di seluruh Indonesia. (*)
KSP Nasari Muncul Sebagai Pelopor Koperasi Digital Indonesia Dalam 100 Koperasi Besar Indonesia
Bali, – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari menorehkan prestasi membanggakan dengan kembali masuk dalam jajaran 100 Koperasi Besar Indonesia (KBI) 2025 yang digagas oleh Peluang Media Group, dalam acara peluncuran buku 100 Koperasi Besar Indonesia 2025 yang digelar di The Trans Resort Bali, Seminyak – Kerobokan, Bali, Kamis (19/6/2025).
Koperasi Desa Merah Putih Bangkitnya Ekonomi Kerakyatan Perlukah Digitalisasi?
Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 (Inpres Nomor 9 Tahun 2025) menjadi tonggak penting dalam penguatan ekonomi desa. Pemerintah melalui Kementerian Koperasi meluncurkan Gerakan Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih sebagai implementasi nyata atas Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tersebut, dengan target pembentukan 80.000 Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Dalam episode khusus Oversharing kali ini, NADI (Nasari Digital) berdialog bersama Kementerian Koperasi Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia Bapak Henra Saragih, untuk membahas peran koperasi digital dalam menjawab amanat Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tersebut. Dialog ini fokus membedah strategi dan inisiatif pemerintah, tantangan implementasi atas pembentukan Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia, serta kontribusi nyata koperasi digital dalam mendukung digitalisasi Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari transformasi dan percepatan mewujudkan ekonomi kerakyatan. Tonton selengkapnya untuk memahami bagaimana sinergi antara kebijakan nasional dan inisiatif koperasi digital dapat mempercepat pemerataan ekonomi dari desa untuk Indonesia.