Yogyakarta, – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkolaborasi dengan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan program Collab-Coop yang diikuti oleh 188 peserta dari 89 Kopdes Merah Putih di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta pada hari Selasa (10/02/2026).
Para peserta yang merupakan pengurus dan pengawas koperasi mendapatkan bimbingan teknis berupa program dan solusi – solusi yang dihadirkan kepada KDKMP yaitu :
1. Solusi Kesadaran berkoperasi & Kewirausahaan.
2. Solusi management pengelolaan.
3. Solusi akses permodalan.
4. Solusi channeling simpan pinjam.
5. Solusi pemasaran dan potensi pengembangan usaha.
6. Solusi penyedian teknologi dan digitalisasi dengan sistem keuangan koperasi.Dengan berbagai solusi yang dihadirkan oleh KSP Nasari, maka diharapkan KDKMP dapat mandiri sebagaimana amanat Undang-Undang (UU) No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, di mana salah satu prinsip koperasi adalah kemandirian.
Dalam pasal 5 UU Perkoperasian tersebut disebutkan bahwa koperasi harus berlandaskan 7 prinsip, yaitu keanggotaan bersifat terbuka, pengelolaan demokratis, pembagian SHU adil, pemberian balas jasa terhadap modal, kemandirian, pendidikan perkoperasian dan kerjasama antar koperasi.Ketua KSP Nasari, Frans Meroga Panggabean, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program Collab-Coop ini adalah bukti komitmen KSP Nasari menjalankan amanat UU Perkoperasian tersebut khususnya kemandirian, pendidikan perkoperasian dan tentunya kerjasama antar koperasi.
*Kopdes Merah Putih Harus Mandiri*
Melalui skema kolaborasi Collab-Coop, KSP Nasari akan mendampingi KDKMP dalam pelatihan atau pendampingan usaha, komitmen simpan pinjam dan komitmen kemitraan usaha serta komitmen perluasan akses peluang dan pemasaran secara meluas.
“Solusi Channeling dapat menjadi jalan keluar bagi KDKMP untuk memenuhi biaya rutin seperti Biaya BTK Gaji Pengurus dan Pengelola serta Biaya Over Head Cost (OHC) yang meliputi biaya rutin yaitu tagihan Listrik dan PDAM, internet dan lainnya. Hitung-hitungan dan pendapatan yang dihasilkan juga jelas,” ujar Frans Meroga.Frans yang juga menjabat sebagai ketua Angkatan Muda Koperasi Indonesia (AMKI) menambahkan,“Selain itu Program Collab Coop juga dapat menjadi andalan KDKMP untuk mencetak Sisa Hasil Usaha (SHU) adalah menjadi supplier dapur MBG dengan support modal dari KSP Nasari, keuntungan pengeloaan gerai sembako dan realisasi pinjaman pelopor entrepreneur koperasi”.
Pada kesempatan yang sama, telah terjadi penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara KSP Nasari dengan KDKMP Sinduadi – Sleman yang selama ini ditetapkan sebagai salah satu mockup (percontohan) nasional Koperasi Desa Merah Putih.
Bahkan dalam pelaksanaan RAT KDKMP Sinduadi yang dilaksanakan pada pada Sabtu (07/02/2026), program – program kolaborasi dengan KSP Nasari sudah dimasukkan dalam rencana kerja tahun 2026 ini.
Dalam acara yang juga dihadiri Dinas Koperasi dan UKM DIY yang diwakili Kepala Bidang Koperasi Ir. Setyo Hastuti, MP, mengatakan Bimtek ini bertujuan sebagai solusi percepatan operasional gerai KDKMP.
“Melalui Bimtek ini, maka diharapkan KDKMP harus mandiri dan tidak pasif dalam menjalankan operasional gerai,” tutur Hastuti.
“Dengan dukungan KSP Nasari sebagai kakak asuh maka seharusnya dapat mempercepat pengembangan dan kemandirian KDKMP,” pungkas Hastuti.
(Slamet)